• Hikmah Masuk Islam-nya Jacko

    Hikmah Masuk Islam-nya Jacko



    Penyanyi terkenal Michael Jackson dikabarkan telah masuk Islam. Bahkan, Jacko, begitu dia biasa dipanggil, kini menambah inisial X di belakang namanya menjadi Jacko X. Seperti diberitakan NYPost, Kamis (18/12/2003), Jacko X memeluk Islam sejak Rabu malam (17/12/2003) waktu setempat. Selain masuk Islam, Jacko X juga ikut bergabung dalam sebuah lembaga, The Nation of Islam (NOI) yang dipimpin pendakwah Muslim kulit hitam terkenal Louis Farrakhan.


    Dunia yang gemerlap ini, memang sering membutakan seseorang dan lalai akan tugas utamanya yaitu ibadah kepada Allah s.w.t., Yang Maha Esa.


    Bagaimanapun suksesnya seseorang dengan memperoleh apapun yang dapat diminta, apapun dapat dibeli, namun dunia ini hanyalah sementara. Sukses seseorang tidak hanya diukur dari keduniaannya, tetapi sukses di akhirat, sukses yang hakiki.


    Tatkala semuanya sudah diambil kembali oleh yang Maha Kuasa, termasuk nyawa kita, harta kita. Yang kita bawa hanyalah amal perbuatan kita. Saat kita di akhir nanti amal-amal kita yang akan perhitungkan.(http://mediabilhikmah.multiply.com/journal/item/151)

    Kini, Jacko hanya dalam cerita, dari mulut ke mulut. Ia telah menghadap Sang Pencipta. Pemakaman Jacko pasti akan menjadi sebuah upacara besar. Mengingat karya-karyanya yang luar biasa dan pengaruhnya yang sangat besar bagi banyak musisi dunia. Seperti VIVAnews kutip dari Weekly World News, rencananya, upacara pemakaman sang Raja Pop akan di gelar di sebuah rumah duka di Los Angeles.


    Urutan tempat duduk pun sudah ದಿಪೆರ್ಸಿಯpkan. Pada barisan pertama tempat duduk, selain keluarga dan tiga anaknya, akan ada mantan istri Jackson, Lisa Marie Presley, tengkorak Elephant Man (benda favorit Jacko), dan aktor "Home Alone", Macaulay Culkin. Dalam upacara pemakaman, penyanyi Stevie Wonder, Diana Ross dan "The Supremes" rencananya akan tampil untuk menunjukkan rasa simpatinya.


    Salah satu pihak Jackson mengungkapkan, kalau Jacko tidak ingin dimakamkan tetapi dikremasi. Lalu, Jacko ingin abu kremasinya ditaburkan di permukaan bulan. Hal itu tampaknya tidak akan dipenuhi mengingat kondisi keuangan Jacko yang tidak memungkinkan. Selain itu, Jacko kabarnya juga sudah menjadi seorang muslim.


    Pihak keluarga Jackson juga mengungkapkan pada upacara pemakaman, jasad Jacko akan berada dalam peti tertutup jadi para pelayat datang tidak akan bisa melihat wajahnya. Lalu, disamping peti akan dipasang foto Jacko pada tahun 1982 berukuran besar.



    Paulus F. Tengker Bermimpi : Yesus VS Nabi Isa


    al-islahonline.com : Kisah nyata di bawah ini dari seorang mantan Pendeta Muda bernama Paulus F. Tengker sebagai bahan perenungan bagi kita umat Islam.


    A. Mengapa Saya Masuk Islam?


    Keterkaitan saya kepada Islam bukan dari buku-buku yg saya baca, karena buku-buku itu tak pernah saya baca dengan sepenuh hati dan sampai tuntas, saya hanya mencari poin-poin tertentu saja. Saya masuk Islam bukan setelah bertemu atau berdiskusi dengan orang Islam, karena saya selalu menganggap dan diajarkan bahwa orang-orang Islam itu sebagai orang-orang yang hina, kotor, bodoh dan terkebelakang.


    Ajaran Islam dinyatakan sebagai ajaran sesat dan umat kalau tidak kita hinakan harus kita insyafkan. Hal-hal inilah yang tertanam dalam benak saya sejak kecil hingga dewasa ini. Saya masuk Islam justru setelah mengalami suatu mimpi yang luar biasa dan beberapa kejadian keesokan harinya, yang akhirnya merubah jalan hidup saya menuju kebenaran sejati.


    B. Bermimpi Yesus VS Isa AS.


    Bermula pada malam jum'at tanggal 11 January 2001 yang lalu, saya bermimpi sedang bedo?a di hadapan gambar Yesus di suatu gereja yang megah, lalu datanglah Tuhan Yesus menemui saya dengan senyum-Nya yang agung! Saya bahagia sekali, ini adalah mukjizat bagi saya.

    Saya pun memandang Tuhan Yesus dari ujung rambut, sungguh mirip sekali bahkan lebih agung dibandingkan foto dan gambar Tuhan Yesus yang saya miliki. Tetapi sesaat kemudian datang menghampiri kami seorang pria berwajah Arab Palestina mirip Yahudi atau Israel.

    Dia berkata: "Kalian ini siapa?"

    Saya menjawab: "Saya seorang domba yang sedang bertemu Tuhannya!?.

    Orang Yahudi tersebut bertanya: "Mana Tuhannya".

    Tuhan Yesus menyela: "Akulah Tuhan Yesus. Juru Selamat Umat Manusia dan Dunia, siapa engkau wahai pria asing".

    Pria Yahudi itu berkata: "Akulah Isa Al Masih dan Engkau bukanlah diriku!".

    Saya menyela: Wahai engkau orang Yahudi ataukah Arab, janganlah kamu berbuat begitu dengan Tuhanku!"

    Pria Yahudi itu berkata: "Kalau begitu buktikanlah bahwa kamu adalah Yesus atau Isa as sebenarnya!".

    Tuhan yesus berkata: "Engkau akan kujadikan domba hina karena telah menghina Tuhanmu!"

    Lalu Tuhan Yesus memejamkan mata dan sungguh ajaib! Dari tangannya keluar mukjizat besar api dan dia menyemburkan api tersebut kepada pria Yahudi tersebut.

    Pikir saya, pria Yahudi itu akan binasa karena telah berani menghina Tuhan Yesus saya. Namun keajaiban kedua terjadi, ternyata pria Yahudi yang mengaku Isa as itu tidak apa-apa dan malah tersenyum, bahkan kemudian api itu malah menyembur kepada Tuhan Yesus, lalu Tuhan Yesus menjerit kesakitan dan berubah wujudnya.


    Kedua telinganya memanjang dan dari mulutnya keluar gigi taring dan dari belakang tubuhnya keluar ekor, wajahnyapun berubah mengerikan. lalu salah satu tangannya mendadak memegang sebuah tombak seperti garpu!... Tuhan Yesus yang saya lihat dalam mimpi itu berubah menjadi Iblis!!! Yesus yang telah berubah wujud menjadi Iblis itu lari terbirit-birit. Gereja megah tempat saya berdoa tiba-tiba menghilang menjadi gurun tandus.


    Saya kaget dan tidak percaya dengan kejadian ini. Kemudian saya bertanya kepada pria Yahudi tersebut. Ia menjawab bahwa Ia adalah Isa Al-Masih, hamba Allah, Rasul Allah yang ke-24.


    Saya berkata lagi kepadanya, bukankah engkau sudah mati di kayu salib dan berkorban demi menebus dosa umat manusia ??


    Nabi Isa AS menyatakan kepada saya bahwa bukan seperti itu kejadiannya. Jadi selama ini saya telah terpedaya iblis. Saya berkata lagi, jadi iblis tadi itu . jadi selama ini ?????.


    Nabi Isa AS kemudian menukas, sudahlah maukah engkau saya tunjukkan kebenaran Ilahi sejati? Tetapi siapkah engkau berkorban banyak; engkau akan kehilangan pekerjaan, hidup miskin, kehilangan teman dan dibenci banyak orang? Saya mengangguk bersedia.


    Kemudian pria Yahudi itu mengucapkan salamnya sebagaimana salam orang Islam lalu pergi .

    Saya terbangun, saya pikir ini hanyalah mimpi. Tetapi kemudian saya merenungi apa makna mimpi itu? Kemudian saya buka-buka buku Islam yang saya miliki. Tiba-tiba saja saya menemukan banyak hal yang belum saya temui. Tapi saya belum yakin benar.


    C. Diskusi dengan Ustadz


    Ketika hendak pergi ke sekretariat gereja, mendadak mobil saya mogok di depan sebuah masjid, saya kaget, mengapa mobil saya tiba-tiba mogok di depan masjid? Saat saya tidak mengerti hal itu, tiba-tiba datang seorang pria yang menghardik saya dan meminta dompet dan HP saya. Saya kaget dan takut. Lalu saya berlari ke dalam masjid tersebut. Setelah itu saya tidak tahu apa-apa lagi (Jatuh Pingsan).


    Menurut bapak pengurus masjid itu saya baru saja pingsan. Kemudian saya pulang dan tidak jadi ke gereja. Tiga jam kemudian saya balik lagi ke masjid tersebut. Saya lalu ikut pengajian yang di pimpin bapak tua itu. Disaksikan banyak jamaah saya berdiskusi dgn bapak tua itu.

    Ternyata diskusi berlanjut hingga seminggu lamanya mengenai Islam dan Kristen. Dari diskusi itu saya baru mengetahui bahwa kitab suci saya telah mengalami perubahan dan revisi.

    Kemudian saya berdiskusi dengan teman-teman se-gereja, mereka kaget dengan perubahan sikap saya, mereka malah menyatakan saya telah kena guna-guna dan roh jahat dari guru ngaji dan buku-buku islam yang saya miliki. Oleh karena itu mereka kemudian melakukan upacara pengusiran roh jahat dari rumah dinas saya, sikap mereka sanagat kontras dengan sikap bapak tua dan jamahnya.



    D. Saya Memeluk Islam


    Dengan peristiwa ini, saya yakin bahwa agama saya ini sesat. Dan saya harus segera mengambil keputusan. Akhirnya melalui pertimbangan yang matang dan menimbang segala resikonya, saya mantapkan diri untuk masuk Islam pada tanggl 21 Januari 2001 jam 10.00. saya berikrar mengucapkan dua kalimat syahadat. Saya mengganti nama menjadi Rachmad Hidayat .


    Keputusan saya ternyata mendapat pertentangan. Orang tua saya murka dan saya tidak diakui sebagai anak lagi oleh mereka. Semua fasilitas gereja saya kembalikan. Tapi oleh gereja saya dinyatakan sebagai pencuri inventaris dan dilaporkan ke polisi.

    Saya kemudian mendapat bimbingan dari Bapak tua yang ternyata adalah seorang ustadz dan ketua masjid. Saya terus belajar Islam. Untuk biaya hidup saya kemudian berusaha kecil-kecilan. Saya bahagia dalam keislaman saya, walau hidup pas-pasan.

    more
  • USWATUN HASANAH

    USWATUN HASANAH

    Sang Idola ٍSejati Masa Depan

    By: Anas Mas’udi

    Sejarah suatu tradisi dalam masyarakat, merupakan dialog berkelanjutan antara realitas transenden dan peristiwa terkini di ranah kehidupan dunia. Orang yang beriman akan menyelidiki masa lalu yang disucikan, mencari pelajaran yang dapat berbicara secara langsung dengan kondisi kehidupan.

    Sebagian besar agama memiliki figure utama atau idola atau uswatun hasanah (dalam bahasa Arab), sebagaimana setiap orang memiliki idola yang dikagumi dan didambakan serta dijadikan teladan dalam bertindak, berekspresi dan berpakaian,

    Dalam diri Buddha, kaum Budhis melihat realitas tertinggi Nirwana yang ingin diraih oleh masing-masing mereka. Dalam diri Yesus kaum Kristiani mendedah kehadiran Ilahi sebagai kekuatan kebaikan dan kasih sayang di dunia. Sosok-sosok paradigmatic tersebut mampu menerangi kondisi yang sering kali suram dalam dunia yang penuh cacat ini. (lihat, Karen Armstrong: Muhammad Prophet for Our Time)

    Sementara kita (muslimin), banyak kita temui dalam masyarakat muslimin dengan beraneka ragam sosok yang dijadikan idola atau figure, entah itu karena belum tahu, atau sudah tahu tapi pura-pura tidak tahu, atau sengaja tidak mau tahu atau memang sebenarnya sudah tahu, tapi lupa akan siapa idola kita (muslimin) sebenarnya?

    Tidak dinafikan, dalam diri setiap individu, baik kanak-kanak, remaja, dewasa maupun orang tua, masing-masing mereka mempunyai seseorang yang menjadi idola atau mungkin juga boleh disebut sebagai sang hero.

    Sosok figur atau idola itu sendiri –pada dasarnya- akan berubah mengikuti perubahan masa dan usian/ya. Ketika masih kecil, mungkin bapak dan ibu yang menjadi idola, karena memang belum mengenal “dunia luar”. Begitu tumbuh besar, mulai masuk dunia sekolah, lambat laun akan ia temukan idola baru bagi dirinya. Begitu beranjak remaja ia pun mungkin akan merubah idolanya, bisa jadi sang kekas lah idolanya. Demikian, mungkin disebabkan, adanya beberapa kelebihan yang pernah dimiliki sosok yang diidolakannya tadi menurun atau bahkan sirna ditelan masa, yang membuat ratingnya menurun di “dunia” nya.

    Kebanyakan remaja sekarang memang suka mengidolakan sosok dari sisi popularitas dan ketenaran serta kekayaan dan kehebatannya. Begitu yang dimiliki sirna, pupuslah gelarnya sebagai “idola”. Lantas adakah sang idola yang sejati, sosok yang bisa diidolakan dari awal sampai ahir hayat seseorang, yang bisa diidolakan dalam setiap ruang gerak kehidupan insan?

    Arti Idola dan Uswatun Hasanah

    Dalam kamus Indonesia-Arab, Arab-Indonesia “Al Bisri”, kata uswatun berarti teladan atau panutan. Sedangkan hasanah, berarti baik. Berarti, uswatun hasanah adalah panutan atau teladan yang baik.

    Sementara idola, dalam kamus besar bahasa Indonesia, berarti orang yg dijadikan pujaan. So, uswatun hasanah dan idola mempunyai persamaan makna, yaitu sosok yang bisa dijadikan teladan atau panutan atau pujaan bagi orang lain. Seorang yang mampu menjelmakan ideal-ideal kepercayaan dan keyakinan pada orang lain terhadap dirinya, dan sangat berpengaruh pada kehidupan orang lain, baik secara kelompok maupun individu, ialah yang pantas disebut sebagai seorang figure atau idola.

    Mencari Idola Sejati

    Untuk mengetahui, siapa sebenarnya yang bisa dijadikan sebagai Sang Idola Sejati, dapat dikembalikan pada daya pengaruhnya terhadap masyarakat yang mengidolakannya dan masa atau waktu yang melukiskannya sebagai idola masyarakat, seberapa besar pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat dunia? Seberapa lama pengaruh dan sebutan namanya terdengar di masyarakat dunia?

    Sebenarnya, cukup bagi kita )muslimin( pernyataan Alqur’an atas ke-idola-an seorang sosok yang datang membawa lentera, menerangi alam semesta dengan keadilan dan kebenaran, menghapus gelapnya kebodohan akal dan hati yang menyesatkan. Dialah sosok yang semestinya dijadikan idola bagi seluruh penghuni alam semesta ini, kususnya bagi umat Islam. Dialah Muhammad Ibn Abdillah ibn Abd. Muthalib, yang telah dinyatakan oleh Tuhan semesta alam sebagai Sang Idola Sejata bagi seluruh umat manusia Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan (idola) yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah(QS. Ahzab: 21)

    Mungkin suatu hal yang biasa, jika Muhammad Rasulullah saw dinyatakan oleh kaum muslimin sebagai sang idola, karena memang dia yang membawa ajaran yang dianut oleh mereka. Namun, jika pernyataan tersebut datang dari orang non muslim, itu baru suatu pengakuan yang luar biasa.

    Dalam sejarahnya, Muhammad sejak remaja telah mendapat julukan dari masyarakatnya -yang notabene kufur- dengan gelar Al amin (yg terpercaya). Suatu kepercayaan yang dating dari kafir Quraisy. Demikian itu karena ia terkenal sebagai orang yang tidak pernah berdusta sama sekali. Kejujurannya merupakan point tersendiri baginya dibanding dengan kejujuran tokoh atau figure atau idola lainnya.

    Dari kecil sampai penobatannya sebagai Rasul Allah, sama sekali tidak pernah tunduk pada patung-patung sesembahan masyarakat sekitarnya dan juga termasuk sesembahan keluarganya sendiri. Pun ia tidak pernah menegak segala jenis minuman keras atau sarana lain yang memabukkan. Justeru setelah dinobatkan menjadi Rasul Allah, dialah orang pertama kali menyingkirkan sesembahan-sesembahan tersebut dan juga berbagai segala jenis sarana memabukkan dengan cara yang bijak. Hal tersebut digambarkan dalam Alqur’an tentang pengharaman khamr (segala yang memabukkan) yang berangsur-angsur selama empat kali tahapan.

    Di waktu dalam asuhan kakek dan pamannya, ia telah diajak berniaga ke luar negeri. Masa-masa tersebut, merupqkqn masa yang paling keras dan berat dalam hidupnya. Namun, ia hadapi semuanya dengan penuh kesabaran. Bahkan, demi membantu kelangsungan hidupnya, ia juga pernah mengembalakan kambing ternak milik saudagar-saudagar Mekah waktu itu. Dalam pengembalaan tersebut, secara tidak langsung, ia terdidik menjadi seorang pemimpin yang mampu bercengkrama secara langsung dengan alam bebas.

    Jika dirunut dalam sejarah, mayoritas Anbiya’ wa Rusulullah adalah seorang pengembala. Di mana, di sana terdapat pendidikan awal bagaimana cara membawa umat ke depan ke arah yang benar.

    Sang Idola di Mata Non Muslim

    Dalam buku (the best seller), yang disusun pada tahun 1978 dan dicetak kembali pada 1992 dengan beberapa revisi nyata terhadap daftar urutan 100 dan posisi masing-masing yang luar biasa, penulis menempatkan Nabi Muhammad saw dalam urutan teratas.

    Dalam buku “Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah” tersebut,
    yang ditulis oleh Michael H. Hart (seorang penulis terkenal berkebangsaan Amerika Serikat, lahir 28 April 1932; bekerja pada NASA, guru besar astronomi dan fisika untuk perguruan tinggi di Maryland, Amerika Serikat), timbul suatu pertanyaan, bagaimana ia bisa menempatkan Nabi Muhammad saw pada urutan pertama?

    Sementara, di sana banyak sekali tokoh-tokod dunia yang sangat besar pula pengaruhnya terhadap kelangsungan hidup manusia, seperti Isaac Newton (Fisikawan, pencetus Teori Gravitasi umum, Hukum gerak), Siddhartha Gautama/Buddha (Pendiri agama Buddha), Kong Hu Cu (Pendiri agama Kong Hu Cu) , Santo Paulus (Penyebar ajaran Kristen), Nabi Musa (Nabi terbesar Yahudi), Martin Luther (Pendiri agama Protestan dan aliran Lutheran), Karl Heinrich Marx (Bapak Komunisme), Adam Smith (Ekonom, pelopor Kapitalisme) , Asoka (Raja India yang masuk dan mengembangkan agama Buddha), Santo Augustinus (Teolog Kristen awal), Yohanes Calvin (Tokoh Reformasi Gereja, pendiri Calvinisme) dan Zarathustra (Pendiri Zoroastrianisme).

    Dalam dunia politik, siasat dan filsafat, terpampang sederetan nama seperti Umar bin al-Khattab (Khalifah Rasulullah kedua, memperluas Daulah Khilafah Islamiyah), Paus Urbanus II (Penyeru Perang Salib), Mikhail Sergeyevich Gorbachev (Perdana Menteri Rusia yang mengakhiri Komunisme di Uni Soviet dan Eropa Timur), Joseph Stalin (Tokoh revolusioner dan penguasa Uni Soviet), John Fitzgerald Kennedy (Presiden AS yang mendirikan "Program Luar Angkasa Apollo”), Adolf Hitler (Penakluk, pemimpin Blok Poros dalam Perang Dunia II), Plato (Filsuf Yunani), Aristoteles (Filsuf Yunani yang berpengaruh) dan Werner Karl Heisenberg (Pencetus Prinsip Ketidakpastian),

    Di kalangan ilmuwan, ada Albert Einstein (Fisikawan, penemu Teori Relativitas), Louis Pasteur (Ilmuwan, penemu Pasteurisasi), Galileo Galilei (Astronom, secara akurat mengemukakan teori Heliosentris), Charles Robert Darwin (Biologis, mendeskripsikan teori Evolusi), Antoine Laurent Lavoisier (Bapak Kimia modern, Filsuf dan Ekonom), Orville Wright dan Wilbur Wright (Penemu Pesawat terbang), John Dalton (Kimiawan, Fisikawan, penemu Teori Atom, Hukum Tekanan Parsial (Hukum Dalton), Thomas Alva Edison (Penemu bola lampu dan Fonograf, dll), Antony van Leeuwenhoek (Ahli Mikroskop, mempelajari kehidupan mikroskopis), William Thomas Green Morton (Pelopor Anestesiologi), Guglielmo Marconi (Penemu Radio), Alexander Graham Bell (Penemu Telepon), Alexander Fleming (Penemu Penisilin, memajukan Bakteriologi, Imunologi dan Kemoterapi), Louis-Jacques-Mandé Daguerre (Penemu/pelopor Fotografi), William Harvey (Penemu sirkulasi darah), Gregor Johann Mendel (Penemu teori genetika), Nikolaus August Otto (Penemu mesin pembakaran 4 tak), Edward Jenner (Penemu vaksin cacar), Wilhelm Conrad Roentgen (Penemu sinar X), Johannes Kepler (Astronom penemu Hukum Kepler tentang pergerakan planet), Enrico Fermi (Salah satu tokoh abad atom, Bapak Bom Atom), Leonhard Euler (Fisikawan, Matematikawan, penemu Kalkulus Diferensial dan Integral serta Aljabar), Gregory Goodwin Pincus (Endokrinolog, menemukan pil KB).

    Semua deretan nama-nama terkenal tersebut di atas, oleh Michael H. Hart diletakkan pada urutan sesuai dengan besar-kecilnya pengaruh masing-masing terhadap kelangsungan hidup manusia di dunia ini, dan ternyata yang paling unggul adalah Nabi Muhammad saw. Kenapa?

    Michael H. Hart sangat kagum terhadap kepribadiannya. Ia yang berasal dari keluarga sederhana, mampu menegakkan dan menyebarkan salah satu dari agama-agama terbesar dunia, Agama Islam. Di mana pada masa itu ia (Nabi Muhammad saw) muncul sebagai seorang pemimpin yang berani, tulen, disiplin, rendah diri, tegas, dan efektif. Ada sekitar empat belas abad yang silam wafatnya, tapi pengaruhnya masih tetap kuat dan mendalam serta berakar.

    Sebagian besar tokoh-tokoh yang dimuat dalam buku tersebut adalah orang-orang yang lahir dan dibesarkan di pusat-pusat peradaban manusia, berkebudayaan tinggi dan tempat berlakunya politik bangsa-bangsa. Namun, Muhammad ibn Abdillah lahir pada tahun 570/571 M, di kota Mekkah, di bagian selatan Jazirah Arab, suatu tempat yang waktu itu merupakan daerah yang paling terbelakang di dunia, jauh dari pusat perdagangan, seni maupun ilmu pengetahuan.

    Ia (Nabi Muhammad) menjadi yatim-piatu pada umur enam tahun, dibesarkan dalam situasi yang sederhana. Selain itu, dalam beberapa literature Islam, Nabi Muhamnmad adalah seorang yang buta huruf (ummy). Keadaan ekonominya baru mulai meningkat pada umur 25 tahun setelah menikah dengan seorang janda kaya raya (Khadijan Al Kubra).

    Umumnya, bangsa Arab pada usia-usia mendekati 40 tahun, mereka mulai rajin menyembah berhala yang berpust di ka’bah. Tatkala berusia 40 tahun, baginda sering mimpi aneh yang menyebabkan beliau suka ‘uzlah (menyepi) di gua khira’. Setelah beberapa kali ‘uzlah di sana, beliau menemukan suatu keyakinan bahwa Tuhan Yang Maha Esa menyampaikan sesuatu (wahyu) kepadanya dan memilihnya untuk menjadi penyebar kepercayaan yang benar (Islam). Selama tiga tahun Muhammad hanya menyebarkan agama baru ini terbatas kepada kawan-kawan terdekat dan keluarganya.

    Pada sekitar tahun 613M baginda (berusia + 43 tahun) ia mulai berani tampil di depan umum menyebarkan ajaran baru yang dibawanya (Islam) Meskipun banyak bahaya yang mengancam, dakwah demi dakwah dapat dijalaninya dengan penuh keyakinan dan ketenangan. Pada ahirnya, karena tekanan-tekanan dari orang yang tidak menerima munculnya ajaran baru tadi semakin parah, menyebabkan beliau bersama pengikutnya berhijrah ke tempat yang dianggap lebih aman, yakni Madinah Almunawwarah.

    Peristiwa hijrah tersebut merupakan titik penting bagi kehidupan Nabi. Di Mekkah dengan susah payah hanya memperoleh pengikut yang sedikit. Saat hijrah ke Madinah pengikutnya semakin bertambah, sehingga dalam tempo yang cepat dia dapat memperoleh pengaruh yang menjadikannya seorang pemegang kendali kekuasaan yang disegani, baik oleh pengikut ajaarannya sendiri maupun kalangan non muslim.

    Pada tahun-tahun berikutnya, dengan semangat juang dan keyakinan akan pertolongan Allah, baginda Nabi bersama para Sahabatnya mampu melebarkan sayap kekuasaannya, sampai ke kerajaan Persia, Mesopotamia, Siria, dan Palestina. Hingga ahirnya beliau wafat pada sekitar tahun 633/634M setelah beberapa hari menerima wahyu terahir “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa[ karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Al Maidah: 3).

    Setelah wafat, perjuangan beliau pun terus dilanjutkan oleh para generasinya yang sangat gigih dan berani. Dimulai dari khalifah pertama Abu Bakar Ash Shidiq, kemudian Umar ibn Alkhaththab, Utsman ibn ‘Affan dan Ali ibn Abi Thalib, sampai Umar ibn Abd. Aziz dan sampai sekarang pun perjuangan itu masih tetap menyala dan berkobar.

    Dari kisah sejarah kehidupan dan perjuangannya tersebut, serta pengaruhnya yang tetap eksis dengan kuat sampai sekarang, Michael H. Hart memosisikannya sebagai manusia yang nomer satu paling hebat dan besar pengaruhnya di muka bumi ini.

    Jika diukur dari jumlah, banyaknya pemeluk, Agama Nasrani dua kali lipat besarnya dari pemeluk Agama Islam. Dari sini timbul pertanyaan, apa alasan Michael H. Hart menempatkan Nabi Muhammad lebih tinggi dari Nabi Isa dalam urutan di bukunya tersebut?.

    Ada dua alasan pokok yang menjadi pegangan Michael H. Hart: Pertama, Nabi Muhammad memainkan peranan jauh lebih penting dalam pengembangan Islam dibanding peran Nabi Isa terhadap Agama Nasrani, karena St. Paul lah sebagai penyebar utama teologi Kristiani dan juga sebagai penulis sebagian besar Perjanjian Lama.

    Kedua, Muhammad bukan saja bertanggung jawab terhadap teologi Islam, tapi sekaligus \bertanggungjawab terhadap pokok-pokok etika dan moralnya. Ditambah pula dia sebagai penyampai Kitab Suci Al-Quran dari Allah. Di mana sebagian besar dari wahyu ini disalin dengan penuh kesungguhan pada masa Nabi Muhammad masih hidup dan kemudian dihimpun oleh sahabat-sahabatnya dalam bentuk yang lebih kukuh setelah dia wafat.

    Dengan demikian Al-Quran berkait erat dengan pandangan-pandangan Muhammad dan ajaran-ajarannya, kerana dia senantiasa bersandar pada wahyu Tuhan. Sebaliknya, tidak ada satu pun dari kumpulan kitab suci yang begitu terperinci dari ajaran-ajaran Isa yang masih dapat dijumpai pada masa sekarang.

    Jika diukur pada sudut agama semata, tampak pengaruh Muhammad setara dengan Isa dalam sejarah kemanusiaan. Namun, jika diukur lebih jauh dari itu, Muhammad memiliki nilai plus dibanding dengan Isa. Muhammad bukan semata-mata pemimpin agama, tetapi juga pemimpin urusan duniawi.

    Fakta membuktikan bahwa beliau sebagai pendorong yang kuat terhadap gerakan penaklukan yang dilakukan bangsa Arab. Pengaruh kepemimpinan politiknya berada dalam posisi paling depan sepanjang waktu.

    Satu-satunya kemiripan dalam hal penaklukan dalam sejarah manusia adalah penaklukan yang dilakukan Jengis Khan. Penaklukan ini, walaupun lebih luas jangkauannya ketimbang apa yang dilakukan bangsa Arab, tidaklah bisa membuktikan kemapanannya, dan kini daerah yang diduduki oleh bangsa Mongol hanyalah wilayah yang sama dengan sebelum masa Jengis Khan

    Ini jelas beda dengan penaklukan yang dilakukan oleh bangsa Arab yang membentang dari Irak hingga Maroko. Terbentang rantai bangsa Arab yang bersatu, bukan semata berkat anutan Agama Islam tapi juga dari bahasa Arabnya, sejarah dan kebudayaannya. Posisi sentral Al-Quran di kalangan kaum Muslimin dan tertulisnya dalam bahasa Arab, yang merupakan sebab mengapa bahasa Arab tidak terpecah-pecah ke dalam dialek-dialek yang berantarakan.

    Jadi, dapatlah kita saksikan, penaklukan yang dilakukan bangsa Arab, terus memainkan peranan penting dalam sejarah ummat manusia hingga saat ini. Dari segi inilah Michael H. Hart menilai adanya kombinasi tak terbandingkan antara sisi agama dan sisi duniawi yang melekat pada pengaruh diri Muhammad. Di mana dengan alasan tersebutlah Michael H. Hart menganggap Muhammad adalah manusia yang paling berpengaruh dalam sejarah manusia.

    Dari sini, bisa kita katakan bahwa Nabi Muhammad saw adalah Sang Idola Sejati bagi kita kaum muslimin. Baik untuk masa sekarang maupun masa depan yang akan datang, sosok baginda Nabi Muhammad saw sangat tepat dijadikan idola. Dikatakan idola karena memang pantas dijadikan panutan dan teladan dalam segala hal. Dikatakan sejati, karena pengaruhnya seolah melekat erat dan abadi dalam jiwa masing-masing orang yang mengidolakan. Dengan menelaah dan mempelajari perjalanan dan perjuangan hidup beliau, dari awal sampai ahir hayatnya, kita akan membuktikan sosok idola sejati dalam dirinya. Wallahu a’lamu bishshowab.

    Refrensi

    1. Armstrong, Karen. Muhammad, Prophet for Our Time. Dalam terjemahan bahasa Indonesia oleh Yuliani Liputo. Cet. II, November 2007. PT Mizan Pustaka.
    2. The 100 (buku), dalam Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, www.ensiklopedia.com atau www.wikipedia.com
    3. Nabi Muhammad saw dalam Bukunya Michael H. Hart. Dalam blog Silent Knight.
    4. Michael H. hart, dalam Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, www.ensiklopedia.com atau www.wikipedia.com

    more
  • CINTA SANTRI
    CINTA SANTRI

    By: Hannalexa


    " Malam ini adalah malam terakhir kebersamaan kita, setelah itu akan ada malam-malam berikutnya dimana hanya ada sepi yang setia menemani kita " sang pria berkata pada kekasihnya yang mulai basah kedua pipinya. Dinding pembatas asrama santri putra dan santri putri itulah yang menjadi saksi keberadaan mereka pada malam itu. Rupanya malam itu adalah malam perpisahan bagi mereka, setelah 2 tahun mereka memilih untuk back street dari pengurus. " de'….., percayalah, walau pun ada jarak yang memisahkan kita. Hatiku tetap utukmu aku takkan pernah berubah layaknya alif maksuroh yang tak bisa menerima harokat dalam berbagai keadaan". Mata gadis itu pun mulai menatap dan mencari pembenaran di setiap garis wajah kekasihnya itu. Dan berkata " kak….,aku takut suatu ketika kamu menjadi alif layyinah, ketika kau menemukan gadis lain yang membuatmu bahagia, merasa cocok dan nyaman dengannya. Dan seketika itu kau akan membuka hatimu untuk gadis itu. Ah….andai saja kau itu adalah mubtada' dan aku khobarnya atau kau adalah fi'il dan aku adalah fai'lnya pasti kita akan selalu bersama-sama. Dimana ada dirimu pasti ada diriku, kita akan selalu bersama-sama, belajar bersama, sedih bersama, bahagia bersama." "de'….aku akan tetap menjadi mubtada' dan kau khobarnya, aku senang menjadi fiil dan kau failnya, hanya saja dalam keadaan tertentu kita tidak selalu berdampingan kan,,,? Kadang aku pergi, begitu pula terkadang kau yang pergi. Tapi pada hakikatnya kita saling berhubungan dan tak bisa dipisahkan. Kau harus mengerti, segala sesuatu yang kita inginkan tak selamanya berjalan dengan mulus." Badrus berusa menyakinkan.


    Keheningan malam mulai merayapi keduanya, hanya mata yang beradu menggantikan kata. Pondok pesantren Roudlotut Tholibien Rembang kehilangan hiruk pikuknya, tak ada lagi santri yang mendendangkan nadzom alfiyah, imrithi, ataupun nderes kitab yang telah diajarkan oleh kyai. Ditinggalkan para santrinya yang sedang pulang kerumah masing-masing karena liburan akhir tahun atau akhir assannah. Yang tinggal hanyalah santri yang berasal dari luar kota Rembang. Diantaranya adalah Rufaidah dan Badrus. Rufaidah berasal dari Jakarta sedangkan badrus berasal dari Malang, keduanya telah menjalin hubungan semenjak kelas 2 SMA dan kini waktunya perpisahan, karena Badrus akan melanjutkan kuliah ke universitas al-azhar Kairo, sedangkan Rufaidah telah mendapatkan beasiswa di UGM Jogjakarta.


    " Kak…..( Rufaidah mencoba menghenyakkan kesunyian setelah lama mereka berdiam) aku tidak ingin karena jarak yang memisahkan kita, dan jarangnya komunikasi akan merusak hubungan yang telah kita jalini ini, karena gelisah dan rindu akan menimbulkan kecurigaan dihatimu pada diriku. Kecurigaanmu itu bagiku seperti inna wa akhowatha yang merusak mubtada (isim inna) yang tadinya marfu' menjadi manshub. Dan aku pun tak memunkiri hari-hariku akan didera kecurigaan dan perasaan was-was padamu, aku tak yakin hatiku akan tetap memihakmu jika kecurigaan itu selalu menghantuiku. Seperti apa yang dilakukan oleh kana wa akhowatuha, merusak khobar mubtada (khobar kana) yang tadinya marfu' menjadi mansub. Dan akhirnya kita saling mencurigai, dan tak ada lagi kepercayaan dihati kita masing-masing. Membiarkan kecurigaan mengrogoti hubungan ini sampai akhirnya tak ada yang tersisa walau secuil harapan. Seperti dzonna wa akhowatuha yang benar2 merusak a'malnya mubtada dan khobar." Badrus hanya terdiam mendengar penuturan gadis yang menjadi kekasihnya itu. " Kak…., aku gak mau nasibku seperti huruf illat yang sering dibuang dalam sebuah kalimat kalau sudah tidak dibutuhkan. Kak….aku takut sekali ketika sesampainya kau di Mesir, ketika ketidak tahuanmu akanku membuatku majhul di matamu dan fikiranmu, membuatmu lupa akanku dan kenangan2 kita selama di Rembang. Apakah aku harus rela ketika ada seorang gadis menggantikan kedudukanku di dalam hatimu? Aku tidak yakin kau akan tetap menjadi alif maksuroh dalam kesepianmu, itu pasti akan membuatmu menderita."


    Badrus bingung, bagaimana dia harus menenangkan hati kekasihnya yang sedang dilanda keraguan itu. Dia tidak bisa memberikan harapan dan janji terlalu banyak, untuk sekedar menenangkan hati kekasihnya itu. Dia takut suatu saat tidak dapat menepati janjinya pada Rufaidah. Dia tidak mau Rufaidan kecewa dan akhirnya membenci dirinya. " de'…..aku gak tahu apakah imam sibawaih pernah pacaran atau tidak, kalau saja beliau pernah pacaran, mungkin saja ada I'rob yang dapat menjelaskan hubungan kita sekarang". Keduanya hanya tertawa, kencan terakhir ini menjadi arena perdebatan nahwu sekenanya. " emmm… sayangnya di Alfiyah Ibnu Malik gak ada bab hubbun wa akhowatuha ya kak… ". Badrus hanya tertawa mendengar perkataan rufaidah yang diselingi tawa renyahnya. Malam itu Badrus ingin benar2 menikmati wajah kekasihnya untuk yang terakhir kalinya, sampai benar2 melekat di dalam hatinya. Karena seminggu lagi, badrus akan berangkat ke Mesir.


    Bagi Rufaidah, badrus tidak hanya sekedar pacar. Baginya badrus seperti kakak kandungnya, tempat dimana Rufaidah menumpahkan segala permasalahan yang dia sedang hadapi. Menurut Rufaidah Badrus cukup dewasa untuk menjadi seorang kakak dan sangat romantis untuk ukuran seorang pacar yang nota benenya adalah santri salaf . Hati Rufaidah sangat bangga sekaligus sedih, ketika mendengar Badrus lulus ujian masuk universitas al azhar Kairo. Rufaidah selalu menenangkan hati bahwa kepergian Badrus adalah untuk menuntut ilmu demi mencapai cita-citanya yaitu mengabdikan diri sepenuh hati untuk pondok pesantren tempat ia menimba ilmu agama selama ini. Yang Rufaidah punya hanyalah doa, semoga Allah mengabadikan kisah cintanya bersama Badrus. Sehingga darinya dan Badrus akan lahir buah cinta yang sholih dan sholihah. Dengan doa dan usaha sedaya-dayanya. Jika semuanya menjadi lebih baik, menjadi kerinduan dan cinta yang terang, menjadi kecewa yang ikhlas. Dan kesedihan yang kita relakan untuk menjadi tegar dalam langkah-langkah kita yang tegap dan lurus. Tetap di jalanNya.


    Pada malam itu, tak lupa Badrus memberikan lembaran foto copy yang telah dijilid rapih. Lembaran itu adalah ungkapan perasaannya selama ini terhadap Rufaidah. Lembaran itu adalah risalatul hub dalam bentuk syi'ir berbahasa Indonesia maupun bahasa arab. Risalah itu ia namai rufaidati fil laylatil badri. Kemudian keduanya pun pulang ke pondok masing-masing, membawa hati penuh harapan, cinta dan ketakutan akan sebuah perpisahan.


    My room…….19-11-07

    more